Stafsus Menkeu Dorong CV Bunga Melati Jadi Role Model UMKM Ekspor

banner 468x60

MALANG- Staf Khusus (Stafsus) Menteri Keuangan Bidang UMKM, Ubaidillah Amin menghimbau dan mengarahkan agar setiap pelaku UMKM dapat memanfaatkan program bantuan pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Hal itu disampaikan Ubaidillah saat melakukan kunjungan kerja ke CV Bunga Melati yang berlokasi di Jalan Pattimura, Kota Batu, Senin (2/3/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Perusahaan yang bergerak di bidang pembibitan, tanaman hias, dan jasa lanskap ini menjadi perhatian khusus karena prestasinya menembus pasar internasional.

​Kunjungan Stafsus Menkeu ini bertujuan untuk meninjau langsung keberhasilan CV Bunga Melati dalam mengekspor produk Creative Kokedama ke pasar Jepang.

Tercatat, perusahaan ini telah mengantongi kontrak eksklusif dengan mitra di Jepang sejak awal 2023 hingga tahun 2026 mendatang. Usaha yang dimulai 1986 ini membuat sejumlah produk diantaranya pot bunga dari bahan sabut kelapa berbentuk bola.

Gus Ubaid memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan CV Bunga Melati. Ia berharap keberhasilan menembus pasar Jepang menjadi pintu pembuka untuk ekspansi ke negara-negara lainnya.

​”Semoga produk Creative Kokedama ini tidak hanya tembus Jepang saja, namun juga bisa ke negara lainnya. Saya mendorong agar usaha ini dikembangkan lagi dengan menciptakan produk-produk inovatif lainnya yang berorientasi ekspor,” pesan Gus Ubaid.

​Sebagai bentuk dukungan nyata, Gus Ubaid berjanji akan membantu mempromosikan produk Kokedama di berbagai acara besar untuk dijadikan suvenir resmi.

​”Saya juga menginginkan produk-produk UMKM seperti ini bisa ditampilkan di tempat seperti Malang Creative Center (MCC), agar tempat tersebut menjadi showroom produk unggulan kita yang bisa dikunjungi banyak orang,” pungkas Gus Ubaid.

Dalam kunjungan, Ubaidillah Amin yang akrab disapa Gus Ubaid didampingi oleh sejumlah pejabat teras Kementerian Keuangan Jawa Timur. Antara lain Kepala Perwakilan Kemenkeu Jatim Max Darmawan M.Tax dan Kepala Kanwil DJP Jatim II Dr. Arridel Mindra. Kepala KPP Pratama Batu Bangkit Bina Aji, serta Kepala Kantor Bea Cukai Malang, J. Pandores.

​Kepala Bea Cukai Malang, J. Pandores, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat ekonomi daerah melalui program Klinik Ekspor. Inisiatif ini dirancang sebagai wadah asistensi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Malang Raya.

​”Klinik Ekspor adalah wadah asistensi yang mendampingi pelaku usaha hingga produk mereka berhasil dikirimkan ke luar negeri. Melalui program ini, kami siap memberikan pendampingan berkelanjutan agar produk lokal Malang punya daya saing tinggi secara internasional,” seru J. Pandores.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan Kemenkeu Jatim, Max Darmawan mengungkapkan, Kemenkeu terus berkomitmen menciptakan ekosistem yang mendukung UMKM Jawa Timur untuk terus “Naik Kelas”.

​Pemilik CV Bunga Melati, Dwi Lili Indayani, SPM., MSc., memaparkan perjalanan panjang usahanya yang telah dirintis sejak 1986. Setelah menimba ilmu pertanian di luar negeri, ia memilih pulang ke tanah air untuk mengembangkan Creative Kokedama, seni menanam dengan menggunakan media sabut kelapa untuk meningkatkan nilai jual tanaman hias.

​”Kami memproduksi dua jenis kokedama. Untuk pasar luar negeri, kami menggunakan bahan rotan yang 100 persen alami tanpa plastik. Sementara untuk pasar domestik, kami menggunakan bahan rotan sintetis yang memang lebih diminati konsumen lokal,” jelas Dwi Lili.

​Kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan langsung proses pembuatan kokedama di area produksi dan melihat berbagai koleksi tanaman hias yang siap dipasarkan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *