Komisi VIII DPR RI: Fasilitas Hotel Haji di Mekkah Sangat Tidak Higienis bagi Jemaah

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, M. Husni, membeberkan temuan memprihatinkan terkait kondisi akomodasi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VIII bersama Kementerian Haji (Kemenhaj) di Gedung DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Husni yang baru saja kembali dari kunjungan lapangan ke Mekkah dan Madinah sebagai bagian dari Tim Pengawas (Timwas) Haji Komisi VIII DPR, menyoroti penempatan jemaah di wilayah Aziziyah Janubiyah yang sangat tidak ideal secara jarak maupun kualitas bangunan.

Bacaan Lainnya

“Kami Timwas baru pulang dari Mekkah dan Madinah. Ada satu hal yang sangat krusial tentang penempatan jemaah haji di Aziziyah Janubiyah, itu jarak tempuhnya lebih kurang 13 kilometer,” ujar Husni.

Sorotan Husni tertuju pada Hotel Al Hidayah. Ia mengaku menemukan banyak kejanggalan pada fasilitas di dalam kamar yang dianggap sudah sangat usang dan tidak higienis bagi jemaah.

“Banyak hal-hal aneh di hotel Al Hidayah ini. Saya lihat gordennya yang asli warna putih sudah warna kuning, Pak. Saya ketok, keluar debunya. Saya lihat lagi gordennya produksi 30 tahun lalu,” ungkap dia.

Kondisi serupa juga ditemukan pada komponen interior lainnya seperti karpet dan tempat tidur. Husni menilai perabotan yang ada di hotel tersebut sudah seharusnya diganti sejak lama.

“Saya lihat lagi karpetnya, minta ampun, antara satu dengan yang lain dengan motif yang sama warnanya jauh. Itu menandakan barang itu sudah lebih dari 15 sampai 20 tahun. Saya pegang lagi tempat tidurnya, karetnya itu sudah menyatu,” papar Husni.

Husni yakin, tempat yang dikunjungi Timwas DPR merupakan sampel terbaik. Sulit dibayangkan, jika sampel terbaiknya saja begitu menyedihkan, bagaimana kondisi kamar-kamar lain yang akan ditempati ribuan jemaah Indonesia.

“Padahal saya yakin tempat yang ditunjukkan kepada Timwas, pasti itu tempat terbaik. Bagaimana kalau tempat terbaik kualitasnya ampun-ampun begitu?” tuturnya.

Ia memperingatkan Kemenhaj bahwa kondisi lingkungan hotel yang berdebu dan tidak terawat, berisiko tinggi mengganggu kesehatan jemaah saat tiba di tanah suci.

“Saya takutnya, jemaah datang sehat, masuk situ langsung ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” sindir dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *