Trader Pasar Modal Tetap Optimis IHSG Akan Menguat Lagi
JAKARTA – Sejumlah pelaku pasar modal asal Jawa Timur masih optimis pasar modal kembali bergeliat dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun akhir-akhir ini, diyakini akan kembali naik didorong oleh fundamental ekonomi domestik yang kokoh.
Menurut Mahdi Kherid, Founder Profit Community, meskipun IHSG sempat terkoreksi tajam, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan membuka peluang indeks untuk kembali menguat.
“Karena ekonomi kita fundamental-nya kuat, sebagai pelaku pasar modal, kami yakin IHSG akan semakin menguat kembali,” ujar Mahdi, trader dan investor di Pasar Modal asal Pasuruan kepada awak media, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, kondisi perekonomian domestik yang relatif solid — didukung data makro dan kinerja sektor usaha utama Indonesia — menjadi pilar utama yang bisa menopang pergerakan IHSG.
Langkah Strategis Otoritas Pasar
Mahdi juga menilai bahwa respons pemerintah dan otoritas pasar terhadap tekanan indeks sejauh ini menunjukkan langkah strategis yang bisa menahan tekanan lebih dalam. Ia menyoroti pengisian posisi kosong di pucuk pimpinan regulator.
“Akan ada tindakan strategis, seperti Kepala dan Wakil OJK yang mundur sudah terisi,” tambahnya merujuk pada pengisian posisi strategis di lembaga pengawas pasar modal.
Adapun pelaku pasar modal di komunitasnya, meski ada yang sedikit panik, namun mayoritas tetap menunjukkan sentimen positif. Pria yang juga pengusaha di bidang konveksi ini melihat penurunan sebagai kesempatan.
”Saat turun waktunya beli saham, jadi kita selalu santai dan optimis saja,” imbuh Mahdi.
Analisis Teknikal: Peluang Rebound Jangka Pendek
Hal senada disampaikan oleh Hasan, seorang trader pasar modal Indonesia kelahiran Lawang, Kabupaten Malang yang sudah berpengalaman memantau pergerakan saham. Menurut Hasan, sentimen teknikal mulai menunjukkan adanya peluang rebound jangka pendek, terutama ketika indikator fundamental menunjukkan daya dukung ekonomi yang positif.
“Secara teknikal, momentum pembalikan arah bisa terjadi kalau pembeli mulai masuk lagi pada level-level support penting,” ujar Hasan.
Ia menambahkan bahwa volatilitas yang tinggi justru membuka peluang bagi investor yang tangkas membaca pola pasar.
Sentimen Global dan Isu Danantara Jadi Sorotan
Meskipun ada optimisme dari pelaku pasar daerah, catatan penting bagi investor adalah volatilitas yang masih tinggi. Kejatuhan IHSG belakangan ini juga dipicu oleh mundurnya empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dirut BEI pada akhir pekan lalu, yang sempat membuat pasar gelisah.
Meski OJK dan BEI sudah menetapkan pejabat pengganti dan dikabarkan akan bertemu pihak MSCI, IHSG pagi ini masih belum bisa bangkit. Hal ini ditengarai akibat rencana Danantara masuk ke BEI, sebagaimana diungkapkan Menko Airlangga Hartarto pekan lalu.
Analis pasar modal sekaligus founder Traderindo, Wahyu Laksono, menilai langkah pemerintah saat ini masih diuji oleh sentimen global, terutama terkait tenggat waktu dari MSCI.
“Pasar masih cemas jelang deadline MSCI. Isu ancaman turun kelas IHSG. Jadi sentimen langkah-langkah pemerintah belum cukup meyakinkan investor,” kata Wahyu Laksono, sebagaimana dikutip dari kumparan.
Investor kini dihimbau untuk terus mencermati data ekonomi terbaru, kebijakan pemerintah, serta dinamika global yang akan mempengaruhi arah gerak IHSG ke depan.
